Menikah Itu Tanggung Jawab Akhirat

“Ustad, saya sedih dan kesal. Kami sudah enam bulan menikah dan belum juga dikaruniani anak. Setiap kali saya berkunjung ke rumah orangtua saya selalu saja ditanya sudah isi belum? Apa lagi tetangga saya yang baru menikah dua bulan lalu, sekarang sudah hamil 4 minggu. Ketika saya berkunjung ke rumah mertua pun sama, Beliau mengatakan kapan punya anak? Kadang ditanya juga, kok belum hamil-hamil sih? Kami sudah memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya baik, tapi kenapa belum juga hamil ustad?” tanya seorang wanita muda.
“Itu semua kehendak Allah, takdir….” jawab ustad.

“Kok jawabannya takdir sih? Serius ustad, saya merasa amat tertekan. Hampir setiap hari ada saja yang menanyakan hal semacam itu…” celetuknya.
“Ustad, kalau saya lain lagi. Kaki suami saya patah 2 bulan lalu karena kecelakaan sehingga Beliau tidak bisa bekerja. Saya terpaksa mencari pekerjaan yang bisa dibawa ke rumah, yaitu jasa cuci dan setrika. Tapi saya merasa sangat lelah ustad karena selain bekerja, saya harus mengurus anak-anak dan mengurus suami saya semantara mertua saya tidak juga membantu, rasanya saya sangat putus asa sekali…” celetuk seorang ibu.
“Bukan hanya ibu-ibu yang punya masalah, saya juga punya keresahan…” ujar seorang laki-laki.

More

Dialog Tercepat: Ulama VS Tokoh Liberal

Sore kemaren Syaikh Ahmad Al-Maqramy As-Syafi’i (1) bercerita:

“Suatu hari diakanlah dialog antara seorang ulama Yaman (2) dan Salah satu tokoh liberal, pejuang kesetaraan gender.
.
Dialogpun dimulai.
.
Kesempatan pertama diberikan kepada sang Ulama. Dengan tenangnya sang ulama menyapa sang tokoh:
“Wahai anti (sebutan panggilan untuk perempuan), dengarkan…”
.
Tokoh liberal itu langsung memotong pembicaraan. Dengan geram dia berujar, “Wahai Syaikh… Saya ini laki-laki… Kok anda menyapa saya dengan anti..?
. More

Berlari Atau Berjalan?

By: Jamil Azzaini

Dua bulan ini, hampir setiap hari saya memberikan training di berbagai perusahaan dan di berbagai kota. Saat lelah mendera, tiba-tiba saya mendapat kiriman nasihat via Whatsapp dari guru spiritual saya. Isinya tentang kapan saatnya kita berjalan, berlari, berlomba dan bersegera. Isi pesannya saya sampaikan dibawah ini.

Jamil anakku, kitab sucimu Al Qur’an sudah mengajarkan kepadamu, kapan saatnya kamu berlari dan kapan saatnya kamu berjalan. Untuk urusan kebaikan, kamu harus banyak BERLOMBA sebagaimana ada dalam surat Al Baqarah ayat 148 yang artinya, “Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat kebaikan.”

Adapun untuk memohon ampunan, perintah-Nya adalah BERSEGERALAH. Lihatlah surat Al Imron ayat 133 yang artinya, “Dan BERSEGERALAH kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju Surga. Maka bersegeralah bertaubat wahai anakku karena dalam ribuan langkahmu pasti ada satu atau dua langkah yang salah.”

More

Kamu Sudah Kaya? Atau Masih Miskin?

Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..
“Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan..”
Walaaah..

Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu..

More

Istri Bijaksana

Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.

Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.

Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: “Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu.”

Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.

Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?

Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.

More

Sekilas Biasa, Tapi Berbahaya!

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : “Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?”

“tidak ada” jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : “Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa”.

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ? Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya

2. Saat arisan seorang ibu bertanya :
“Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ?
bukankah anak2 mu banyak ?”.

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak
saat itu mulai dirasa sempit oleh
penghuninya.

Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

More

Sekilah Biasa, Tapi Berbahaya!

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : “Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?”

“tidak ada” jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : “Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa”.

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ? Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya

2. Saat arisan seorang ibu bertanya :
“Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ?
bukankah anak2 mu banyak ?”.

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak
saat itu mulai dirasa sempit oleh
penghuninya.

Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

More

Previous Older Entries