🍁Orangtua Digital🍁

Oleh Mohammad Fauzil Adhim
Suatu malam di stasiun kereta api Tugu, Yogyakarta. Seorang ibu sedang menebar senyumnya, entah dengan siapa. Tapi bukan kepada orang di sekelilingnya, bukan pula kepada anaknya yang masih balita di sampingnya. Tampak sangat asyik. Diselai lorong sempit, suaminya duduk hampir berhadapan, juga tengah asyik dengan gadget ukuran cukup lebar di tangannya.
Anak lelakinya sesekali merajuk meminta perhatian, tetapi segera ditepis oleh ibunya, bahkan kadang agak ketus. Anak itu masih berusaha merebut perhatian ibunya, tapi tetap gagal. Lalu ia mencoba lagi meraih perhatian ayahnya. Tetap sama: gagal. Beberapa saat kemudian ibunya tiba-tiba dengan wajah penuh semangat berbicara kepada anaknya, meminta berdiri, lalu berpose sejenak untuk diambil gambarnya melalui gadget. Belum puas, sekali lagi anaknya diminta bergaya. Senyum lebar merekah dari keduanya. Tetapi sesudahnya, ibu itu kembali tenggelam dengan gadgetnya, membiarkan anak lapar perhatian.

 
More

Advertisements

Tips Sabar Menghadapi Ananda

Ada banyak teman maupun tetangga yang tanya : mbak kok bisa sih sabar banget sama anak? Tidak pernah marah, tidak pernah bentak, tidak pernah mukul. Bagaimana caranya?

Pun begitu juga kata suami. Bersyukur punya istri kamu karena sabar sama anak2 😊
tidak pernah marah, tidak pernah bentak, tidak pernah mukul bukan berarti tidak ada tantangan seperti yg ditemui kebanyakan orang tua. Sama saja dengan yang lain, namanya anak-anak ada saja yg dilakukan dan kadang bikin hati maupun kepala ikut cekot2.
Tapi kalau diingat2 ini yang coba saya lakukan manakala buah hati menguji kesabaran kita.

1⃣Mencoba terus mengingatkan diri sendiri klo anak itu titipan Allah.
Jadi mau “senakal” apapun, jangan sampe dibentak, jangan sampe dipukul. Bagaimana kita mau bertanggung jawab sama yg punya nanti? Kata nakal sengaja dikasih tanda petik, karena saya sepakat, sebenarnya tidak ada anak yang nakal. Sama seperti sebenarnya tidak ada murid yang bodoh, yg ada hanya guru yg belum tepat mengajarnya.

2⃣Ingat bahwa rasulullah memperbolehkan anak dipukul nanti pas umur 10 tahun.
Itupun karena alasan sholat, tidak keras dan harus memenuhi syarat bahwa penanaman tentang sholat sudah dianggap tuntas.

Hikmahnya apa?

More

Menjadi Ibu Yang Dirindukan

By :Bendri Jaisyurrahman

Ibu adalah profesi utama, yang lain adalah sambilan. Jangan menjadikan mengasuh anak adalah Sambilan. Karena kalau tidak si anak akan jadi ‘sambal-sambal’an, cikal bakal cabe-cabean.

Kisah keteladan Ibu yang mencetak anak anak hebat,
Adalah Al-Nawar binti Malik, mempunyai anak bernama Zaid bin Tsabit.
Zaid waktu itu masih belia, takkala ia mendengar seruan Rasulullah tentang Jihad. Ia mengambil pedang Ayahnya, dengan semangat 45 ia menemui Rasulullah. Pedang dan tubuh Zaid, masih lebih besar pedangnya. Rasulullah yang melihat Zaid yang begitu bersemangat, memerintahkan ia untuk pulang kembali pada Ibu nya. Karena memang aturan Perang dilarang Anak-anak, wanita dan orangtua.  Zaid sedih dan kecewa. Tersedu ia menangis karena ditolak Rasulullah berjihad. Disinilah Peranan Bunda Hebat yang harus bisa membesarkan jiwa si anak. Ia tidak meremehkan motivasi kuat si anak. Bunda Al-Nawar mengatakan pada Zaid “anakku.. More

Hak Anak Dalam Mesjid

1| Saya ingin berbagi pengalaman kawan sy yg berjuang agar anak2 punya hak utk berada di dalam #masjid

2| Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak2 kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam #masjid

3| Anak2 dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang2an menulis larangan anak masuk #masjid

4| Bahkan ada orang dewasa yg tak segan2 menghardik&mengancam mrk jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan #masjid

5| Anak2 pun mncari tmpt alternatif hiburan.Pilihannya playstation&game online. Prmainan mnyenangkan. Pnjaganya pun menyambut ramah #masjid

More

Tips Ajarkan dan Tanamkan Nilai Ketegasan Terhadap Anak

💟 Diusia yang masih begitu belia, anak-anak masih belum mengerti dan belum dapat membedakan hal yang baik untuk mereka lakukan dan hal tidak baik serta tidak diperbolehkan mereka lakukan. Pada umumnya anak-anak hanya mengerti bahwa orangtua adalah orang yang bisa mengabulkan segala keinginannya.

💟 Anak-anak hanya tau meminta tanpa mengetahui dampak apa yang bisa ditimbulkan dari keinginannya tersebut, jika kita tidak dapat mengabulkan keinginannya, maka seringkali anak-anak akan merengek atau bahkan meronta agar keinginanya tersebut dapat di kabulkan. Hanya saja, sebagai orangtua kita tentu menginginkan hal yang terbaik untuk anak tanpa adanya ancaman atau bahaya yang mengancam jiwa anak, untuk itu sebagai orangtua kita dituntut untuk tegas terhadap anak, agar keselamatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.

More

Apa Yang Paling Penting Dari Diri Seorang Manusia

Narasumber : Elly Risman, Psi (Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati)


Apa yang paling penting dari diri seorang manusia?

Ibu Elly Risman menjawab : Perasaannya.

Perasaan mencerminkan keseluruhan diri seseorang.

Mengapa?
Karena yang berkembang pertama kali dari otak seseorang (otak merupakan mesin utama manusia bukan?) adalah pusat perasaan.

Manusia pertama kali belajar segala sesuatu didorong oleh perasaan, terutama perasaan diri dan orang terdekat.

Kita pertama kali belajar berkomunikasi dengan mengutarakan perasaan (melalui senyuman, tawa, tangisan, rengekan, bahkan rintihan).

More

“ANJ*NG…BAB*…BANG*AT”

Sengaja kalimat itu saya sensor. Anda tentu sudah bisa memahami apa isinya. Itu bukan kalimat dari seorang pejabat populer di negeri ini yang lagi memarahi anak buahnya. Sama sekali bukan. Percaya atau tidak, kalimat itu berasal dari seorang remaja kepada ibu kandungnya. Sebut saja bunga. Bukan Bunga Citra Lestari lho. Apalagi bunga bangkai smile emotikon.

Dia ngamuk-ngamuk via akun facebooknya akibat laptop kesayangannya rusak kena air tumpahan dari ibunya. Dan meluncurlah segala jenis cacian kepada ibunya layaknya petugas kebun binatang yang sedang mengabsen penghuni satwa di dalamnya.

More

Previous Older Entries